Dari negara mana?

free counters

Kedengaran...?


MusicPlaylistRingtones
Create a playlist at MixPod.com

~ Fase-Fase Hilâl Yang Sistematis ~

Rabu, 18 November 2009

Laporan hilâl tua Dzulqa’dah 1430 H

Laporan hilâl tua Dzulqa’dah 1430 H

Lokasi pengamatan (menurut google earth) pada :
Latitude (garis lintang) = 6°4O'46.49"S
Longitude (garis bujur) = IO6°SI'44.43"E

Hilâl tua Dzulqa’dah 1430 H
Potensi terlihat pada pagi hari (sebelum Matahari terbit) pada hari :

  • Minggu 15 November 2009 (umur Bulan saat itu > 40 jam sebelum konjungsi, lama Bulan di atas ufuk > 90 menit)
  • Senin 16 November 2009 (umur Bulan saat itu > 19 jam sebelum konjungsi, lama Bulan di atas ufuk > 40 menit)

Saya TIDAK SEMPAT untuk mencari hilâl tua (waning crescent) pada ke dua hari tersebut dikarenakan ada keperluan.

Adapun waktu matahari dan bulan terbit di lokasi pengamatan menurut program SNPP ver.6.00 adalah :
Tanggal 16 November 2009 :
Waktu terbit matahari = 05.24 WIB
Waktu terbit bulan = 04.38 WIB

Berdasarkan program SNPP ver.6.00, simulasi hilâl tua tanggal 16 November 2009 pada pukul 05.24 WIB adalah seperti berikut :

Kesimpulan = Pada hari Senin, tanggal 16 November 2009,saya TIDAK MENCARI HILÂL.

Selasa, 20 Oktober 2009

Laporan hilâl muda Dzulqa’dah 1430 H

Laporan hilâl muda Dzulqa’dah 1430 H

Lokasi pengamatan (menurut google earth) pada :
Latitude (garis lintang) = 6°4O'46.49"S
Longitude (garis bujur) = IO6°SI'44.43"E

Hilâl muda Dzulqa’dah 1430 H
Potensi terlihat pada senja hari (setelah Matahari terbenam) pada hari :

  • Minggu 18 Oktober 2009 (bagi wilayah Indonesia bagian barat, umur Bulan saat itu : 5 jam setelah konjungsi, lama Bulan di atas ufuk = 0 menit, elongasi Bulan - Matahari = 5,5 derajat)
  • Senin 19 Oktober 2009 (bagi wilayah Indonesia bagian barat, umur Bulan saat itu : 29 jam setelah konjungsi, lama Bulan di atas ufuk = 52 menit, elongasi Bulan - Matahari = 16 derajat)

Saya TIDAK BISA mencari hilâl muda (waxing crescent) untuk bulan Dzulqa’dah dikarenakan lagi sakit.

Adapun waktu matahari dan bulan terbenam di lokasi pengamatan menurut program SNPP ver 6.00 adalah :
Tanggal 18 Oktober 2009 :
Waktu terbenam matahari = 17.45 WIB
Waktu terbenam bulan = 17.47 WIB

Berdasarkan program SNPP ver.6.00, simulasi hilâl muda pada tanggal 2009 pukul WIB adalah seperti berikut :

Kesimpulan = Pada hari Minggu, tanggal 18 Oktober 2009 saya TIDAK BISA mencari hilâl muda untuk bulan Dzulqa’dah dikarenakan sakit.

Laporan hilâl tua Syawal 1430 H

Laporan hilâl tua Syawal 1430 H

Lokasi pengamatan (menurut google earth) pada :
Latitude (garis lintang) = 6°4O'46.49"S
Longitude (garis bujur) = IO6°SI'44.43"E

Hilâl tua Syawal 1430 H
Potensi terlihat pada pagi hari (sebelum Matahari terbit) pada hari :
  • Sabtu 17 Oktober 2009 (bagi wilayah Indonesia bagian barat, umur Bulan saat itu : 31 jam sebelum konjungsi, lama Bulan di atas ufuk = 64 menit, elongasi Bulan - Matahari = 17 derajat)
  • Minggu 18 Oktober 2009 (bagi wilayah Indonesia bagian barat, umur Bulan saat itu : 7 jam sebelum konjungsi, lama Bulan di atas ufuk = 20 menit, elongasi Bulan - Matahari = 6 derajat)

Saya TIDAK BISA untuk mencari hilâl tua (waning crescent) dikarenakan lagi sakit, akan tetapi berikut adalah simulasinya melalui program SNPP ver.6.00 :

Adapun waktu matahari dan bulan terbit di lokasi pengamatan menurut program SNPP ver.6.00 adalah :
Tanggal 18 Oktober 2009 :
Waktu terbit matahari = 05.29 WIB
Waktu terbit bulan = 05.09 WIB

Berdasarkan program SNPP ver.6.00, simulasi hilâl tua tanggal 18 Oktober 2009 pada pukul 05.30 WIB adalah seperti berikut :

Kesimpulan = Pada hari Minggu, tanggal 18 Oktober 2009 saya TIDAK BISA mencari hilâl tua untuk bulan syawal dikarenakan sakit.

Senin, 28 September 2009

Laporan hilâl muda Syawal 1430 H

Laporan hilâl muda Syawal 1430 H

Lokasi pengamatan (menurut google earth) pada :
Latitude (garis lintang) = 6°4O'46.49"S
Longitude (garis bujur) = IO6°SI'44.43"E

Hilâl muda Syawal 1430 H
Saya mencari hilâl muda (waxing crescent) pada hari Sabtu, tanggal 19 September 2009 untuk bulan Syawal. Pada saat itu saya mencari hilâl muda kurang lebih pukul 18.30 WIB hingga 19.00 WIB. Kondisi langit MENDUNG.

Adapun waktu matahari dan bulan terbenam di lokasi pengamatan menurut program SNPP ver 6.00 adalah :
Tanggal 19 September 2009 :
Waktu terbenam matahari = 17.49 WIB
Waktu terbenam bulan = 18.15 WIB

Pada pencarian dengan rentang waktu itu, ternyata hilâl muda TIDAK TERLIHAT oleh saya.

Alat yang digunakan untuk merukyât = mata telanjang

Berdasarkan program SNPP ver.6.00, simulasi hilâl muda pada tanggal 19 September 2009 pukul 18.49 WIB adalah seperti berikut :

Kesimpulan = Pada hari Sabtu, tanggal 19 September 2009, antara pukul 18.30 WIB hingga 19.00 WIB, hilâl muda TIDAK TERLIHAT dari lokasi pengamatan.

Laporan hilâl tua Ramadhân 1430 H

Laporan hilâl tua Ramadhân 1430 H

Lokasi pengamatan (menurut google earth) pada :
Latitude (garis lintang) = 6°4O'46.49"S
Longitude (garis bujur) = IO6°$I'44.43"E

Hilâl tua Ramadhân 1430 H
Saya mencari hilâl tua (waning crescent) pada hari sabtu, tanggal 19 September 2009 di pagi hari, berpedoman pada waktu setempat (Local Time (LT)) antara pukul 05.40 WIB hingga 06.00 WIB, kondisi langit CERAH.

Adapun waktu matahari dan bulan terbit di lokasi pengamatan menurut program SNPP ver.6.00 adalah :
Tanggal 19 September 2009 :
Waktu terbit matahari = 05.43 WIB
Waktu terbit bulan = 05.46 WIB

Pada pencarian dengan rentang waktu itu, ternyata hilâl tua TIDAK TERLIHAT oleh saya.

Alat yang digunakan untuk merukyât = mata telanjang

Berdasarkan program SNPP ver.6.00, simulasi hilâl tua tanggal 19 September 2009 pada pukul 06.00 WIB adalah seperti berikut :

Kesimpulan = Pada hari Sabtu, tanggal 19 September 2009, pencarian antara pukul 05.40 WIB hingga 06.00 WIB, hilâl tua TIDAK TERLIHAT dari lokasi pengamatan.

Jumat, 21 Agustus 2009

Laporan hilaal muda Ramadhan 1430 H

Laporan hilaal muda Ramadhan 1430 H

Lokasi pengamatan (menurut google earth) pada :
Latitude (garis lintang) = 6°4O'46.49"S
Longitude (garis bujur) = IO6°$I'44.43"E

Hilaal muda Ramadhan 1430 H
Potensi terlihat pada senja hari (setelah Matahari terbenam) pada hari :

  • Kamis 20 Agustus 2009 (umur Bulan saat itu : 0,6 jam setelah konjungsi, lama Bulan di atas ufuk = -3 menit, elongasi Bulan - Matahari = 2,5 derajat)
  • Jumat 21 Agustus 2009 (umur Bulan saat itu : 24,6 jam setelah konjungsi, lama Bulan di atas ufuk = 50 menit, elongasi Bulan - Matahari = 14,6 derajat)

Saya mencari hilaal muda (waxing crescent) pada hari Jum’at, tanggal 21 Agustus 2009 untuk bulan Ramadhan. Pada saat itu saya mencari hilaal muda kurang lebih pukul 17.30 WIB hingga 18.00 WIB. Kondisi langit GERIMIS DAN MENDUNG.

Adapun waktu matahari dan bulan terbenam di lokasi pengamatan menurut program SNPP ver 6.00 adalah :
Tanggal 21 Agustus 2009 :
Waktu terbenam matahari = 17.53 WIB
Waktu terbenam bulan = 18.44 WIB

Pada pencarian dengan rentang waktu itu, ternyata hilaal muda TIDAK TERLIHAT oleh saya.

Berdasarkan program SNPP ver=6.00, simulasi hilaal muda pada tanggal 21 Agustus 2009 pukul 17.45 WIB adalah seperti berikut :

Kesimpulan = Pada hari Jum’at, tanggal 21 Agustus 2009, antara pukul 17.30 WIB hingga 18.00 WIB, hilaal muda TIDAK TERLIHAT dari lokasi pengamatan.

Rabu, 19 Agustus 2009

Laporan hilaal tua Sya’ban 1430 H

Laporan hilaal tua Sya’ban 1430 H

Lokasi pengamatan (menurut google earth) pada :
Latitude (garis lintang) = 6°4O'46.49"S
Longitude (garis bujur) = IO6°SI'44.43"E

Hilaal tua Sya’ban 1430 H
Potensi terlihat pada pagi hari (sebelum Matahari terbit) pada hari :
  • Rabu 19 Agustus 2009 (umur Bulan saat itu : 35 jam sebelum konjungsi, lama Bulan di atas ufuk = 78 menit, elongasi Bulan - Matahari = 20 derajat)
  • Kamis 20 Agustus 2009 (umur Bulan saat itu : 11 jam sebelum konjungsi, lama Bulan di atas ufuk = 27 menit, elongasi Bulan - Matahari = 7 derajat)
Saya mencari hilaal tua (waning crescent) pada hari Kamis, tanggal 20 Agustus 2009 di pagi hari, berpedoman pada waktu setempat (Local Time (LT)) antara pukul 05.30 WIB hingga 05.45 WIB, kondisi langit CERAH BERAWAN.

Adapun waktu matahari dan bulan terbit di lokasi pengamatan menurut program SNPP ver.6.00 adalah :
Tanggal 20 Agustus 2009 :
Waktu terbit matahari = 05.58 WIB
Waktu terbit bulan = 05.34 WIB

Pada pencarian dengan rentang waktu itu, ternyata hilaal tua TIDAK TERLIHAT oleh saya.

Alat yang digunakan untuk merukyat = mata telanjang

Berdasarkan program SNPP ver.6.00, simulasi hilaal tua tanggal 20 Agustus 2009 pada pukul 05.40 WIB adalah seperti berikut :


Kesimpulan = Pada hari Kamis, tanggal 20 Agustus 2009, pencarian antara pukul 05.30 WIB hingga 05.45 WIB, hilaal tua TIDAK TERLIHAT dari lokasi pengamatan.